Menjadi remaja di Indonesia saat ini tidak selalu mudah. Ada pelajaran dan tugas yang harus diselesaikan, ujian, kegiatan sekolah, harapan keluarga, perubahan dalam pertemanan, serta pertanyaan tentang masa depan. Sebagian remaja juga perlu membantu pekerjaan orang tua, menjaga adik, menempuh perjalanan jauh ke sekolah, atau belajar dengan fasilitas yang terbatas. Pada saat yang sama, dunia digital bergerak sangat cepat. Pesan di grup datang hampir tanpa henti. Media sosial menampilkan prestasi, penampilan, dan kehidupan orang lain. Teknologi dan kecerdasan buatan membuat informasi semakin mudah diperoleh, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan baru: takut tertinggal, takut dinilai, sulit berkonsentrasi, atau merasa diri tidak cukup baik. Setiap remaja memiliki kehidupan yang berbeda. Ada yang tinggal di kota maupun di desa, belajar di sekolah negeri, swasta, madrasah, pesantren, atau bentuk pendidikan lainnya. Ada yang mendapatkan dukungan kuat dari lingkungan, tetapi ada pula yang...