Sebagai pendidik kawakan, dia mempunyai keyakinan pedagogik yang dirumuskannya sebagai berikut: “Apapun penyakit yang ditularkan di rumah, pasti bisa disembuhkan di sekolah.” -- itulah kekuatan guru. Ia mampu mengubah peserta didik, dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak berperilaku baik menjadi berperilaku baik.
Bagaimana caranya? Guru perlu menyentuh hati anak-anak, hal itu sesuai dengan prinsip leadership, "Effective leaders touch heart before asking for a hand." -- (pemimpin yang efektif, menyentuh hati lebih dulu sebelum minta tolong). Seni menyentuh hati anak-anak inilah yang menjadi inti program "mendidik dengan hati." Ternyata pedagogik hati ini paling efektif untuk mengubah generasi milenial abad 21 ini. Bagaimana teknik dan prinsip-prinsipnya, silahkan download sillabus lengkapnya berikut ini. Bila membutuhkan pelatihan melalui zoom untuk guru-guru, silahkan menghubungi Pak Fidelis Waruwu di WA +62 812 9520 715 atau e-mail: waruwu@gmail.com.
Setiap orang lahir ke dunia, sudah dengan bakat bawaannya. Bakat bawaan ini merupakan kecenderungan yang sudah ada di dalam diri kita, tanpa kita mempelajari sebelumnya. Misalnya setiap orang punya dua tangan, namun ada yang dari bawaannya lebih kuat tangan kirinya (kidal) -- sampai akhir hidupnya, tangan kirinya itulah yang lebih dominan (kuat). Demikian setiap orang, terlahir ke dunia dengan membawa bakat bawaannya masing-masing.
Melalui Innate Talent Inventory (iTi) seseorang dapat mengenal bakat bawaannya. Innate Talent inventory ini dilengkapi dengan test MBTI yang juga merupakan inventory untuk memahami kecenderungan bawaan. Contoh laporan iTi dapat didownload di link berikut ini. Test ini dapat dilakukan secara online. Sangat direkomendasikan kepada siswa-siswi kelas 9 sebelum memilih jurusan ke SMA dan Siswa Kelas XII untuk pemilihan jurusan di Perguruan Tinggi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Pak Fidelis Waruwu di Nomor WA 0812 9520 715 atau di e-mail waruwu@gmail.com.
Bertempat di Sekolah Peilita I Jakarta Barat, berlangsung seminar Parenting yang membahas "Membantu remaja bertumbuh dalam kecerdasan emosinya." Seminar ini merupakan Acara penutup dari Serial Character Camp yang sudah berlangsung sebelumnya.
Fidelis Waruwu selaku pembiacara dalam seminar ini, menjelaskan bahwa kecerdasan emosi itu adalah sesuatu yang bisa ditumbuhkan dan bukan merupakan bawaan. Semakin anak-anak dilatih untuk bisa mengontrol emosinya, mereka semakin cerdas mengelola emosinya. Karena kecerdasarn emosi itu adalah kemampuan mengelola emosi; mengenal emosi yang dirasakannya dan mengungkapkannya secara sehat. Misalnya setiap orang punya emosi marah. Pribadi yang punya kecerdasan EQ, berarti ia paham mengapa ia marah dan dapar mengungkapkan kemarahan itu secara sehat.
Misalnya, ketika seorang remaja diejek oleh teman-temannya, tentu ia jengkel dan kemudian menjadi marah. Remaja perlu berlatih memahami dengan baik, perasaan marahnya. Mengapa sebenarnya ia marah? Ia menemukan sebabnya, ia malu dan merasa harga dirinya direndahkan melalui ejekan-ejekan yang terus-menerus dilakukan oleh teman-temannya itu. Sekartang setelah dia rahu, apakah dia diam saja dan dengan muka sebal menghindar? Atau ia berlatih menghadapi teman-temannya tersebut, sambil menenangkan dirinya?
Misalnya ia menghadapinya dengan berkata, "baiklah teman-teman, tolong berikan saya masukan, apa yang perlu saya perbaiki, sehingga kesalahan itu tidak terjadi lagi. Soalnya kalau kalian hanya mengejek saya terus-menerus, saya tidak tahu apa yang perlu saya perbaiki. Jadi saya siap menerima feedback teman-teman." -- ungkapan itu adalah ungkapan kemarahan yang sehat, karena lebih rasional. Ia mau mengakhiri ejekan tersbut secara sehat. Teman-temannya yang mendengar akan mulai diajak ke level berpikir rasional. Merka mulai diajak verpikir, benar, apa yang perlu kita berikan sebagai solusi?
Nah, latihan-latihan seperti ini yang dibutuhkan oleh remaja untuk menumbuhkana kecerdasan emosionalnya.
Setiap orang dianugerahi bakat bawaan. Hingga kini, bakat bawaan ini telah dapat dipetakan menjadi 16 tema bakat yang digolongkan menurut keunggulannya. Yang ada pada satu baris, adalah satu tema bakat yang keunggulannya kurang lebih sama.
Misalnya ada individu yang keunggulannya pada komitmen. Biasanya bila sudah ada aturan dan prinsip yang telah ditetapkan, mereka akan melakukannya dengan penuh tanggungjawab (The Most Responsible); dan dengan penuh kesetiaan (The Most Loyal) atau mengikuti prinsipnya sesempurna mungkin (The Most Perfectionist) dan bahkan melakukannya secara mandiri, tanpa diperintah atau disuruh oleh orang lain (The Most Independent).Individu yang ada di barisan kedua, adalah ahli-ahli sistem. Mereka senang sekali melihat cara kerja sesuatu (The Mechanic) atau menyusun sesuatu hingga menjadi indah (The Artistic) dan juga menyusun ide-ide menjadi sebuah sistem (The Idealist) bahkan menyusun konsep menjadi sebuah sistem yang bekerja efektif (The Conceptor). Tentu saja bila setiap orang bekerja sesuai dengan bidang keunggulannya, maka mereka bekerja dengan sangat maksimal, dan sangat menikmati pekerjaannya. Misalnya the mechanic bila menciptakan robot atau memikirkan soal mesin, mereka bisa sangat asyik dan energinya penuh. Sehingga mereka yang punya type bakat seperti ini, bisa terus membongkar mobil atau sepeda motornya dan sangat bergairah membuat modifikasi-modifikasi terus-menerus.
Tema bakat yang ada pada barisan ketiga (Komunikator) dan barisan keempat (Managerial) akan kita bahas pada kesempatan berikutnya.
Pada hari pendidikan nasional ini, saya merenung, apakah di zaman digital ini, jasa Bapak dan Ibu guru masih bisa diukir sebagai prasasti "terimakasih" oleh peserta-didik atas pengabdian guru?
Jawabannya adalah di abad 21 ini pun, "guru tetap sebagai pelita dalam kegelapan. Guru laksana embun penyejuk dalam kehausan." -- khususnya pada saat covid 19 ini, peranan guru sungguh dirasakan oleh semua peserta didik dan juga oleh orangtua. Ternyata, peranan guru itu sangat mendasar dalam pertumbuhan dan perkembangan kepribadian setiap orang. Selamat hari pendidikan nasional.
Berikut panduan praktis yang bisa langsung dipakai di rumah.
Rencana 14 Hari (Kaizen: naik 1% tiap hari)
Hari 1–2: Bangun motivasi & data awal
-
Ngobrol pakai Komunikasi Tanpa Kekerasan (Non-Violent Communication (NVC))
-
Amati: “Mama lihat kamu pakai HP sampai lewat jam 12.”
-
Perasaan: “Mama cemas kamu kurang tidur.”
-
Kebutuhan: “Kita butuh kesehatan & sekolah lancar.”
-
Permintaan: “Mau nggak kita atur ulang pemakaian bareng?”
-
-
Audit 48 jam: Catat kapan pakai HP, apa yang dilihat, di mana, dan suasana hati sebelum/sesudah. Hasilnya dipakai untuk atur pemicu.
Hari 3–4: Desain lingkungan
-
Zona tanpa gawai: kamar tidur, meja makan, kamar mandi, 1 jam pertama & terakhir hari.
-
Parkir HP: ada “stasiun isi daya” di ruang tengah setelah jam malam.
-
Matikan pemicu: notifikasi non-penting off, layar jadi abu-abu (grayscale), hapus 3 aplikasi paling bikin lupa waktu (bisa pakai versi web yang tidak terlalu menggoda).
Hari 5–7: Buat Perjanjian Gawai Keluarga (kontrak sederhana)
-
Tujuan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound):
contoh: “Total media sosial maksimal 90 menit/hari, selesai sebelum pk 21.00, selama 14 hari.” -
Jam pakai: 2–3 blok waktu (mis. 16.00–17.00; 19.00–20.00; 20.30–21.00). Di luar itu HP disimpan.
-
Syarat wajib: tugas sekolah, doa/ibadah, bantu rumah, aktivitas fisik 30 menit.
-
Konsekuensi logis (jelas & konsisten): melanggar 1 hari → kurangi 15 menit jatah besok; melanggar 2 hari berturut → hilang 1 blok waktu di akhir pekan.
-
Hadiah (Token economy: kumpulkan poin, tukar): 7 hari patuh → pilih menu favorit/quality time/aktivitas seru di luar.
Hari 8–14: Kurangi bertahap + kuatkan kebiasaan
-
Turun bertahap: kurangi total layar 20–30% per minggu, bukan langsung nol.
-
Teknik tunda 10 menit saat “ngidam HP”: set timer 10 menit, lakukan pengalih cepat:
-
Napas 4-4-6 (tarik 4 detik, tahan 4, hembus 6) × 5.
-
5-4-3-2-1 grounding: sebut 5 benda yang terlihat, 4 yang terasa, dst.
-
Minum air, gerak 10 squat, lalu cek lagi: masih perlu sekarang?
-
-
Pengganti yang menarik (wajib dipilih bareng anak):
olahraga (basket, lari santai), musik, masak, gambar, klub sekolah, board game, belajar skill (editing video tanpa scroll medsos), volunteering.
Teknik harian anti-relapse
-
Aturan 1 layar: jika belajar, tidak ada layar kedua.
-
HP terakhir, tugas dulu: 30–60 menit belajar → boleh 10–15 menit HP (pakai timer).
-
Pomodoro (25-5) untuk tugas; HP disimpan di ruangan lain.
-
Teman akuntabilitas: orang tua/saudara cek target harian 3 menit saja.
-
Tidur duluan: HP out dari kamar 60–90 menit sebelum tidur; pasang alarm jam analog.
Tanda bahaya (perlu konsultasi profesional)
-
Tidur rusak berat, nilai drop tajam, menarik diri dari teman/keluarga, bohong/curi untuk akses internet, marah berlebihan saat dibatasi.
Jika ≥2 gejala muncul selama >1 bulan, pertimbangkan ke psikolog klinis/psikiater anak & remaja.
Contoh “Perjanjian 5 Pasal” (ringkas)
-
Total media sosial maks 90 menit/hari; game maks 45 menit/hari.
-
Zona no-HP: kamar tidur, meja makan, kendaraan keluarga.
-
Jam malam HP: masuk dock pk 21.00; lampu kamar padam pk 22.00.
-
Syarat pakai: PR selesai + 30 menit gerak badan + 15 menit bantu rumah.
-
Konsekuensi & hadiah: melanggar → minus 15 menit besok; 7 hari patuh → pilih aktivitas seru bareng keluarga.
Kerja sama sekolah
-
Informasikan wali kelas/BK; minta “zona aman belajar” di sekolah (mis. HP disimpan saat pelajaran), dan dukungan tugas tanpa tuntutan online berlebihan.
Jurusan-jurusan yang sangat sesuai dengan bakat The Most Independent:
- Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence): Data Science, Machine Learning, Computer Science, Robotics, Cognitive Computing
- Sistem Informasi: Teknologi Informasi, Manajemen Sistem Informasi, Business Intelligence, Teknologi Komputer, Sistem Komputer
- Manajemen Bisnis: Manajemen Strategis, Manajemen Organisasi, Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pemasaran
- Teknologi Informasi: Teknik Informatika, Teknologi Jaringan, Keamanan Siber, Teknologi Komunikasi, Pengembangan Perangkat Lunak
- Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering): Pengembangan Aplikasi, Teknik Komputer, Sistem Informasi, Web Development, Mobile Development
- Ekonomi Digital: Ekonomi Bisnis, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Teknologi, Ekonomi Industri, Ekonomi Global
- Matematika Terapan: Statistik, Analisis Data, Teknik Matematika, Matematika Keuangan, Matematika dan Ilmu Komputer
- Bisnis Internasional: Ekonomi Internasional, Manajemen Internasional, Hubungan Internasional, Pemasaran Global, Bisnis Digital
- Desain Produk dan Inovasi: Desain Industri, Desain Produk, Teknik Inovasi, Desain Teknologi, Desain Sistem
- Teknik Elektro Teknik Komputer, Teknik Telekomunikasi, Sistem Kendali, Sistem Energi, Teknologi Elektronik
- Psikologi: Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan
- Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Manajemen Organisasi, Pengembangan Karir, Manajemen Talent, Manajemen Kinerja, Manajemen Kesejahteraan Pegawai
- Pengembangan Sumber Daya Manusia: Manajemen Pendidikan, Manajemen Kepemimpinan, Pengembangan Karir dan Profesional, Kepemimpinan dan Pengelolaan Tim, Keterampilan Manajerial
- Konseling: Konseling Pendidikan, Konseling Keluarga, Konseling Sosial, Konseling Karir, Konseling Klinis
- Pendidikan: Pendidikan Inklusif, Pendidikan Luar Sekolah, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Multikultural, Pendidikan Kewarganegaraan
- Ilmu Komunikasi Public: Relations, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Digital, Komunikasi Internasional, Jurnalistik
- Desain Grafis: Desain Komunikasi Visual, Desain Interaktif, Desain User Experience (UX), Desain User Interface (UI), Desain Multimedia
- Kewirausahaan Sosial: Bisnis Sosial, Kewirausahaan Berkelanjutan, Manajemen Bisnis Sosial, Pengembangan Program Komunitas, Wirausaha Kreatif
- Sosiologi: Sosiologi Kesehatan, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Budaya, Sosiologi Pembangunan, Sosiologi Lingkungan
- Ilmu Politik: Politik Internasional, Kebijakan Publik, Administrasi Publik, Diplomasi Internasional, Manajemen Kebijakan Sosial
- Psikologi: Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Organisasi, Psikologi Kesehatan
- Desain: Komunikasi Visual Desain Grafis, Desain Digital, Multimedia, Desain Interaksi, Desain UI/UX
- Human Resource: Management Pengembangan Sumber Daya Manusia, Manajemen Organisasi, Psikologi Industri, Manajemen Talenta, Kepemimpinan
- Sosiologi: Sosiologi Kesehatan, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Budaya, Sosiologi Lingkungan, Sosiologi Pembangunan
- Ilmu Komunikasi: Public Relations, Jurnalistik, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Digital, Komunikasi Internasional
- Pendidikan: Pendidikan Multikultural, Pendidikan Inklusif, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Khusus, Pendidikan Karakter
- Manajemen Bisnis: Manajemen Strategis, Kewirausahaan, Manajemen Proyek, Manajemen Inovasi, Manajemen Keuangan
- Kewirausahaan: Sosial Inovasi Sosial, Bisnis Sosial, Pengembangan Komunitas, Manajemen Pemberdayaan Masyarakat, Kewirausahaan Berkelanjutan
- Ilmu Lingkungan: Manajemen Lingkungan, Ekologi, Perencanaan Lingkungan, Konservasi Alam, Pembangunan Berkelanjutan
- Ilmu Politik: Hubungan Internasional, Kebijakan Publik, Studi Pembangunan, Diplomasi, Manajemen Pemerintahan
- Psikologi: Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, Psikologi Konseling, Psikologi Industri dan Organisasi
- Pendidikan: Pendidikan Multikultural, Pendidikan Inklusif, Pendidikan Karakter, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Khusus
- Sosiologi: Sosiologi Kesehatan, Sosiologi Pendidikan, Sosiologi Lingkungan, Sosiologi Pembangunan, Sosiologi Komunitas
- Kesehatan Masyarakat: Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Manajemen Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan
- Human Resource: Management Pengembangan Sumber Daya Manusia, Manajemen Organisasi, Manajemen Talenta, Kepemimpinan, Perencanaan Karir
- Komunikasi: Public Relations, Jurnalistik, Komunikasi Digital, Komunikasi Internasional, Komunikasi Bisnis
- Manajemen Sosial: Manajemen Layanan Sosial, Manajemen Organisasi Nirlaba, Pemberdayaan Komunitas, Manajemen Pengembangan Sosial, Manajemen Kesejahteraan Sosial
- Politik dan Pemerintahan: Hubungan Internasional, Kebijakan Publik, Administrasi Publik, Diplomasi, Manajemen Pemerintahan
- Seni dan Desain: Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Rupa, Desain Interior, Fotografi dan Media Visual
- Kewirausahaan: Sosial Inovasi Sosial, Bisnis untuk Dampak Sosial, Pengembangan Komunitas, Pemberdayaan Sosial, Ekonomi Sosial
- Manajemen: Manajemen Bisnis, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Operasional
- Teknik Industri: Teknik Sistem Industri, Manajemen Industri, Teknik Logistik, Teknik Manufaktur, Teknik Produksi
- Ilmu Komputer: Teknik Informatika, Rekayasa Perangkat Lunak, Data Science, Kecerdasan Buatan, Keamanan Siber
- Ekonomi: Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Bisnis, Ekonomi Mikro dan Makro, Ekonomi Digital, Ekonomi Sumber Daya Alam
- Psikologi: Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan
- Hukum: Hukum Bisnis, Hukum Internasional, Hukum Perdata, Hukum Pidana, Hukum Lingkungan
- Kewirausahaan: Inovasi dan Kewirausahaan Sosial, Manajemen Kewirausahaan, Kewirausahaan Digital, Kewirausahaan Teknologi, Kewirausahaan Berkelanjutan
- Ilmu Komunikasi: Public Relations, Jurnalistik, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Digital, Media Sosial
- Desain Grafis: Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Desain Multimedia, Desain Pengalaman Pengguna (UX), Desain Interaksi
- Sistem Informasi: Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Bisnis, Teknologi Informasi, Sistem Informasi Geografis, Manajemen Teknologi Informasi













